Kritik Deskriptif dengan Metode Depiktif

Nama : Erika Budi Hapsari
NPM : 22316362
Kelas : 4TB02
Matkul : Kritik Arsitektur



Stadion Utama Gelora Bung Karno

Stadion Utama Gelora Bung Karno
Sumber : Data Penulis


Stadion Utama Gelora Bung Karno adalah sebuah stadion serbaguna di Jakarta, Indonesia. Stadion ini umumnya digunakan sebagai arena pertandingan sepak bola tingkat internasional. Stadion Utama Gelora Bung Karno merupakan titik pertemuan dari delapan poros utama yang menghubungkan berbagai stadion dan sarana pendukung lain yang berada di kompleks Gelora Bung Karno. Walaupun stadion ini dikenal sebagai Stadion Gelora Bung Karno atau Stadion GBK, nama resminya adalah Stadion Utama Gelora Bung Karno, karena terdapat stadion lainnya di Kompleks Olahraga Gelora Bung Karno, seperti Stadion Tenis dan Stadion Akuatik.

Kapasitas asli stadion dari 110.000 orang berkurang menjadi 88.083 sebagai akibat dari renovasi untuk Piala Asia AFC 2007. Stadion ini terbagi menjadi 24 sektor dan 12 pintu masuk, serta tribun atas dan bawah.

Fitur khusus dari stadion ini adalah konstruksi atap baja besar yang membentuk cincin raksasa yang disebut temu gelang, sesuatu yang sangat langka pada tahun 1962. Selain untuk menaungi para penonton disemua sector dari panasnya matahari, tujuan dari konstruksi cincin raksasa ini juga untuk menekankan keagungan stadion. Desain yang dibuat pada atap bundar dan penyangga atap kosong dibagian tengah sehingga tiang penyangga atap Stadion Utama Gelora Bung Karno tersebut seluruhnya berada di tepi mengelilingi bangunan serta menyatu pada gelang raksasa yang dicengkram dari bagian atas. Bangunan didominasi dengan cat berwarna putih. Terdapat pagar hitam yang mengelilingi bangunan tersebut.

Komentar