Bangunan Ecolodge


Ekolodge (Penginapan Berwawasan Ekologi)
  1. Pengertian Ekologi Arsitektur
Eko,berasal dari kata ekologi yang artinya adalah lingkungan ( lingkungan yang terpelihara mulai dari Atmosfer, Biosfer, dan Lithosper ), sedangkan Arsitektur adalah, suatu bentuk atau masa, atau juga tata ruang yang terencana secara fungsional yang direncanakan oleh arsitek serta disiplin ilmu lain yang terlibat di dalamnya,
 Arsitektur ekologi adalah arsitektur yang didesain berdasarkan lingkungan sekitar karena  memiliki  wawasan lingkungan  dan menerapkan potensi alam dengan semaksimal mungkin .
Pada dasarnya arsitektur  ekologi didasarkan akan sadar lingkungan dimana dari kesadaran akan lingkungan akan menciptakan bangunan yang nyaman oleh pemilik.  Keselarasan antara bangunan dengan alam sekitarnya, mulai dari Atmosfer, biosfer, Lithosfer serta komunitas menghasilkan kenyaman, kemanan, keindahan serta ketertarikan.
Prinsip-prinsip ekologi sering berpengruh terhadap arsitektur (Batel Dinur, Interweaving Architecture and Ecology – A theoritical Perspective). Adapun prinsip-prinsip ekologi tersebut antara lain :
a. Flutuation
Prinsip fluktuasi menyatakan bahwa bangunan didisain dan dirasakan sebagai tempat membedakan budaya dan hubungan proses alami. Bangunan seharusnya mencerminkan hubungan proses alami yang terjadi di lokasi dan lebih dari pada itu membiarkan suatu proses dianggap sebagai proses dan bukan sebagai penyajian dari proses, lebihnya lagi akan berhasil dalam menghubungkan orang-orang dengan kenyataan pada lokasi tersebut.
b. Stratification
Prinsip stratifikasi menyatakan bahwa organisasi bangunan seharusnya muncul keluar dari interaksi perbedaan bagian-bagian dan tingkat-tingkat. Semacam organisasi yang membiarkan kompleksitas untuk diatur secara terpadu.
c. Interdependence (saling ketergantungan)
Menyatakan bahwa hubungan antara bangunan dengan bagiannya adalah hubungan timbal balik. Peninjau (perancang dan pemakai) seperti halnya lokasi tidak dapat dipisahkan dari bagian bangunan, saling ketergantungan antara bangunan dan bagian-bagiannya berkelanjutan sepanjang umur bangunan.
Eko arsitektur menonjolkan arsitektur yang berkualitas tinggi meskipun kualitas di bidang arsitektur sulit diukur dan ditentukan, takada garis batas yang jelas antara arsitektur yang bermutu tinggi dan arsitektur yang biasa saja. Fenomena yang ada adalah kualitas arsitektur yang hanya memperhatikan bentuk dan konstruksi gedung dan cenderung kurang memperhatikan kualitas hidup dan keinginan pemakainya, padahal mereka adalah tokoh utama yang jelas.
Pola Perencanaan Eko-Arsitektur selalu memanfaatkan alam sebagai berikut :
  • Dinding, atap sebuah gedung sesuai dengan tugasnya, harus melidungi sinar panas, angin dan hujan.
  • Intensitas energi baik yang terkandung dalam bahan bangunan yang digunakan saat pembangunan harus seminal mungkin.
  • Bangunan sedapat mungkin diarahkan menurut orientasi Timur-Barat dengan bagian Utara-Selatan menerima cahaya alam tanpa kesilauan
  • Dinding suatu bangunan harus dapat memberi perlindungan terhadap panas. Daya serap panas dan tebalnya dinding sesuai dengan kebutuhan iklim/ suhu ruang di dalamnya. Bangunan yang memperhatikan penyegaran udara secara alami bisa menghemat banyak energi.
Tujuan Bangunan yang berwawasan Lingkungan
  • Sebagai panutan masyarakat mengenai pentingnya studi lingkungan sebelum mendirikan bangunan
  • Memberikan arahan bentuk bangunan yang sesuai dengan lingkungan serta budaya sekitar
  • Memberikan contoh perletakan tapak bangunan tanpa menimbulkan pengaruh negatif terhadap lingkungan
  • Mengikutsertakan masyarakat dalam proses pembangunan, sebagai pembelajaran serta peningkatan ekonomi lokal
  • Memberikan contoh  pengelolaan serta perawatan bangunan ekologi,
  • Memberikan kontribusi terhadap lingkungan sekitar untuk merawat sumber material lokal,dan mengajak masyrakat untuk dapat memahami cara merawat, menggunakan serta mamanfaatkan sumber material local.
Ecolodge ( Penginapan yang Berwawasan Ekologi )
Ecolodge sendiri adalah suatu fasilitas penginapan / akomodasi yang berada di kawasan yang terpelihara dan di lindungi yang di rencanakan sebagai penunjang Industri ekowisata,jadi dapat kita ambil kesimpulan bahwa Ecolodge harus memenuhi setidaknya 3 persyaratan global yang harus kita pahami, yaitu:
  • Perlindungan / pelestarian terhadap budaya dan lingkungan sekitar
  • Manfaat positif yang dapat di berikan kepada komunitas local yang ada di sekitarnya ( Ekonomi, social, dan budaya )
  • Sebagai sumber informasi bagi masyarakat local dan pendatang ( tourits ),
Dari 3 persyaratan tersebut dapat kita rincikan lagi menjadi 10 persyaratan kelayakan Ecolodge sebagai penginapan yang berwawasan ekologi, antara lain :
  • Membantu dalam hal konservasi ( perlindungan & pelestarian ) terhadap flora dan Fauna
  • Berusaha untuk dapat bekerja sama dengan masyrakat local
  • Memberikan penerjemahan yang sangat relevan tentang betapa pentingnya alam dan lingkungan serta budaya lokal kepada pengelola sendiri ( karyawan ) dan para pendatang ( tourist )
  • Mengerti dan memahami manfaat dari air dan sumbernya serta mengatur dalam penggunaannya
  •  Memberikan penanganan yang sangat hati – hati terhadap pembuangan ( pengelolaan ) limbah padat, limbah cair, dan sampah
  • Menjadikan Energi konvensional sebagai energi yang pasif dan menyediakan pernecanaan terhadap energi alternative yang ramah lingkungan
  • Mengggunkan konsep disain Arsitektur Tradisional ( vernacular ),baik dalam segi bentuk, penggunaan bahan, yang bisa saja di kombinasikan dengan segi modern asal tidak mengurangi nilai – nilai yang lingkungan
  • Meminmalkan pengaruh – pengaruh negative terhadap lingkungan selama dalam proses pembangunan
  • Mewujudkan bentuk fisik yang jelas dan mengandung arti yang spesifik dan dapat juga menerapkan nilai – nilai budaya local
  • Memberikan kontribusi dalam pelestarian budaya local, pengembangan, promosi, penddikan dan penelitian terhadap budaya local itu sendiri

Park Royal Hotel, Singapore
 
Architect: WOHA
Location: Singapore
Client: Parkroyal Hotels & Resorts
Area: 15.000 m²

Podium berdaun Park Royal di Pickering dirancang untuk menjadi perpanjangan vertikal dari Taman Hong Lim yang terletak tepat di seberang jalan. Fasad berkontur ditanami dengan pohon rindang , tanaman merambat dan berbagai jenis tanaman lainnya yang tidak hanya menyamarkan tanah parkir tetapi juga membersihkan udara dari setiap emisi yang dihasilkan di sana. Hotel ini bukan hanya menjadi gedung pencakar langit, tetapi juga untuk mengakomodasi wisatawan dan pebisnis.

Meskipun bangunan dibangun dari beton , yang memiliki jejak karbon yang tinggi, namun dampak lingkungan secara keseluruhan diatasi dengan penanaman yang luas dan sisi terbuka yang mempromosikan pencahayaan alami dan ventilasi di seluruh bangunan . Panel photovoltaic atap akan memberikan energi untuk reticulation dan pencahayaan softscape dan system penampung air hujan akan memastikan bahwa tidak ada air baru akan digunakan untuk mengairi ruang hijau . Dengan kata lain, desain ini akan menjadi hampir sepenuhnya mandiri.

 

Suasana terasa sejuk dan segar karena dari dalam ruangan masih tetap bisa merasakan dan menikmati suasana taman di luar. Keadaan ruang-ruang di dalamnya lebih banyak terbuka dan transparan dan lebih banyak dindingnya berupa dinding kaca, sehingga dapat tetap menikmati suasana taman dari semua ruangan yang ada termasuk kamar tidur.

Komentar