BANGUNAN EKOLOGI DI INDONESIA
PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS INDONESIA
Salah satu bangunan
ekologi di Indonesia adalah Perpustakaan Universitas Indonesia. Perpustakaan
Universitas Indonesia mulai dibangun pada bulan Juni 2009 dan dibuka untuk
publik pada bulan Mei 2011. Perpustakaan ini diklaim sebagai yang terbesar,
termegah, dan terindah di dunia dengan sebutannya The
Crystal of Knowledge. Menariknya dari perpustakaan ini yaitu menganut
konsep “green building”. Isu kemegahan dan keindahan yang ditampilkan salah
satunya dapat dilihat melalui desain bangunannya.
Gedung perpustakaan ini didisain dengan konsep sustanaible
building. Sebagian kebutuhan energi menggunakan sumber terbarukan (solar
energy). Di dalam gedung tidak diperkenankan menggunakan plastik. "Area
baru ini bebas asap rokok, hijau, serta hemat listrik, kertas dan air.
Keindahan perpustakaan lahir dari perpaduan gaya arsitektur
yang unik seperti prasasti, dinding perpustakaan terbuat dari batu dan kaca
yang berisi tulisan atau huruf dari seluruh dunia.

Pepohonan besar berusia 30 tahunan, dengan diameter lebih 100
cm, yang tidak ditebang saat pembangunan, melengkapi bagian depan dan samping
lanskap gedung tersebut. Keindahan menjadi lengkap karena gedung mengeksplorasi
secara maksimal keindahan tepi danau yang asri, sejuk, dan, teduh.
Fasade Bangunan yang di desain
menyerupai bukit yang menjulang tinggi, namun tidak meninggalkan sistem
penyaluran turunnya air hujan ke dalam tanah. Rumput yang di tanamin di bagian
atap bangunan perpustakaan memberikan kesan alami, natural dan menyatu dengan
alam. Begitu pula dengan sistem kelistrikan pada bangunan yang ramah
lingkungan, memberikan kesan konsep “green building” sangatlah kuat pada bagian
fasade bangunan dan sistem kelistirikan maupun penyaluran air hujan.
Bangunan yang berada di bagian pinggir danau memberikan kesan
atmosfir pada mahasiswa beserta dosen agar merasakan lingkungan yang ramah dan
juga alami.
Bentukan Fasade bangunan memberikan kesan modern sangatlah
kuat, dengan adanya bentukan bentukan simetris pada fasade bangunan, begitu
pula dengan material yang di gunakan pada bangunan.
Pada malam hari lampu dan segala macam yang
berhubungan dengan kelistrikan, benar-benar menggunakan Energi Ramah lingkungan
yaitu menggunakan Panel surya pada bagian fasade bangunan agar menyerap energi
sinar matahari secara maksimal.
Komentar
Posting Komentar