MANUSIA TANPA HARAPAN
NAMA : ERIKA BUDI H.
NPM : 22316362
KELAS : 1TB03
MANUSIA TANPA HARAPAN
Setiap manusia mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan,
berarti manusia itu mati dalam bidup. Orang yang akan meninggal sekalipun
mempunyai harapan, biasanya berupa pesan-pesan kepada ahli warisnya.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan
hidup, dan kemampuan masing-masing. Misalnya, Budi yang hanya mampu
membeli sepeda, biasanya tidak mempunyai harapan untuk membeli mobil. Seorang
yang mempunyai harapan yang berlebihan tentu menjadi buah tertawaan orang
banyak, atau orang itu seperti peribahasa “Si pungguk merindukan bulan”
Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang
yang mempunyai harapan, misalnya Rafiq mengharapkan nilai A dalam ujian yang
akan datang, tetapi tidak ada usaha, tidak pernah hadir kuliah. Ia menghadapi
ujian dengan santai. Bagaimana Rafiq memperoleh nilai A, lulus pun mungkin
tidak.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik
kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Agar harapan terwujud, maka perlu usaha dengan sungguh-sungguh.
Manusia wajib selalu berdoa. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya
harapan.
Harapan
berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi; sehingga
harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi, Dengan
demikian harapan menyangkut masa depan.
Berikut ini
merupakan sedikit cerita tentang manusia tanpa harapan.
HARAPAN YANG SIRNA
Malam ini semua harapan
telah hilang, satu-satunya orang yg di percaya di dunia ini pun sudah membenci
ku. Semua yg ku lakukan salah semua salah paham, tapi mulut enggan untuk
bicara. Hati ini sakit, sakit. Tak ada lagi rasa ingin hidup. Dari pada hidup
membuat semua orang kesal dan membenci ku. Orang tua ku sudah membenci ku dan
ingin aku mati saja, dan kurasa semua orang ingin aku mati. Rasanya ingin mati
malam ini juga, biar tak ada lagi yg membenci ku. Aku cuma butuh pelukan itu
saja, tapi yg ku dapat
semua kebencian. Mencoba menjadi anak yg baik selalu salah. Mencoba selalu
bersikap baik selalu salah dimana mereka. Memang aku selalu salah, rasanya hampir gila,
iyaa memang aku sudah gila, gila karena keadaan ini. Tak ada yg tau perasaan ku
saat ini. Yang tau hanya aku dan Tuhan. Tuhan peluk hamba Tuhan, hamba ingin
pergi dari semuanya, hamba tak sanggup jalani semua ini. Ini terlalu sakit.
Begitu tidak dianggap nya dirinya ku ini. Hanya di sini aku bisa bercerita
tanpa tau siapa yang akan baca. Jangan ada lagi orang yg hidupnya seperti ku,
cukup aku yg menderita. Aku sayang mereka semua tapi mereka sudah tak percayai
aku bila ku sayang mereka.
Maksud dari cerita di atas adalah orang yang selalu
dianggap salah oleh orang – orang di sekitarnya. Kemudian ia merasa tak
dipedulikan dan tak diharapkan lagi hingga akhirnya ia bertekad untuk
meninggalkan dunia.
Komentar
Posting Komentar